X IPS 1 SCI- Mempertahankan semangat untuk dapat meraih cita-cita itu memang bukan
hal mudah. Namun, akan selalu ada jalan bagi Anda yang mau berusaha
keras dan tidak menyerah pada tantangan hidup. Dilansir dari All Women
Stalk, berikut ini adalah 5 tips jitu agar Anda mampu konsisten dalam
berusaha meraih cita-cita dan impian.
1. Lakukan apa yang Anda bisa, sekarang!
Menunda-nunda
pekerjaan adalah salah satu penyakit yang bisa menghalangi usaha Anda
dalam meraih cita-cita. Oleh karena itu, singkirkan sifat malas dan
menunda-nunda pekerjaan, dan mulai rancang rencana apa saja yang harus
Anda lakukan sekarang juga. Waktu bukanlah milik Anda, jadi jangan
sampai menyesal karena Anda menunda-nunda apa yang seharusnya bisa
dilakukan hari in.
2. Kesuksesan butuh proses
Keberhasilan
tidak pernah datang dengan instan. Ada banyak jalan terjal yang harus
Anda lewati agar bisa berada di puncak kejayaan. Oleh karena itu,
penting bagi Anda untuk melatih kesabaran diri sekaligus mematangkan
mental Anda dalam menghadapi kegagalan. Jika semua hanya ada di dalam
pikiran Anda, tanpa ada realisasi yang jelas, maka semua hanya akan jadi
mimpi di siang bolong bagi Anda.
3. Percayalah pada kemampuan diri
Berhentilah
membanding-bandingkan apa yang sudah Anda raih sejauh ini dengan milik
orang lain. Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda, termasuk dalam
urusan prestasi dan pencapaian hidupnya. Anda mempunyai takdir sendiri
yang harus Anda temukan, dan itu tentunya tidak akan pernah sama dengan
orang lain. Percayalah kepada apa yang bisa Anda berikan untuk diri
sendiri.
4. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai Anda
Kritik
akan selalu datang pada siapapun yang sedang berusaha membuktikan
dirinya bisa. Ini normal terjadi dan merupakan pahit manisnya kehidupan.
Anda harus pandai memilah mana kritikan yang bisa Anda pakai karena
memang diucapkan dengan tulus dan bermaksud membangun. Abaikan kritikan
yang terdengar penuh dengki dan hanya akan menjatuhkan Anda. Jadilah
pribadi yang bijaksana dalam hal ini.
5. Ingat untuk selalu fokus
Fokus
adalah hal yang krusial bagi Anda yang sedang dalam proses pencapaian
cita-cita. Untuk itu, Anda perlu membuat semacam sketsa atau diagram
rencana jangka panjang dan jangka pendek supaya tetap fokus. Atau, Anda
juga bisa berkreasi dengan papan inspirasi, yang berisi
tempelan-tempelan gambar orang yang menginspirasi Anda, ataupun gambar
lain yang bisa memacu semangat Anda. Yang penting, kendalikan waktu,
jangan biarkan dia yang mengendalikan Anda.
Jadi, sudah siap untuk sukses?
~Andhika Nurrafli P.
Minggu, 06 Desember 2015
Rabu, 30 September 2015
Kenapa AIDS sulit di sembuhkaan ?
HIV AIDS merupakan penyakit yang sampai saat ini belum diketemukan obatnya, lalu kenapa sampai saat ini bahkan boleh dikatakan kemajuan farmasi sudah canggih tapi belum bisa ditemukan juga ?
Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang penyakit ini.
Apa itu HIV AIDS?
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga sangat gampang terserang penyakit. Pada orang normal, jumlah sel CD4 lebih dari 500 hingga 1500 sel/mikroliter darah. Sedangkan pada orang yang terinfeksi HIV, CD4 bisa turun sampai 350-50 sel mikroliter darah bahkan lebih sedikit lagi. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah dampak (penyakit) yang ditimbulkan dari virus HIV. Bila kita terkena virus HIV kita tidak akan langsung terkena AIDS, ini dikarenakan virus HIV memerlukan waktu yang lama untuk menyerang sistem kekebalan tubuh kita.
Sejarah AIDS
HIV/AIDS sejak pertama kali ditemukan pada awal tahun 80an, telah banyak merenggut nyawa. Berbagai upaya dilakukan untuk memberantas penyakit ini. Mulai dari pengembangan vaksin, pencarian obat, sampai kampanye untuk melakukan hubungan seks yang sehat. Tetapi, bukannya semakin berkurang atau lenyap, penyakit ini malahan terus menyebar hampir ke seluruh pelosok bumi dan menebar teror kematian.
Dulu mungkin kita masih berpikir bahwa AIDS itu hanya menjangkiti orang-orang di luar negeri, atau hanya menjangkiti mereka yang tergolong berisiko tinggi yang pada saat itu terutama pekerja seks komersial. Itulah sebabnya,penderitanya selalu dikaitkan dengan perilaku yang tidak benar seperti pekerja seks komersial atau free sex dan kalangan homoseksual.
Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terkait penyakit HIV/AIDS itu sendiri. Pengetahuan masyarakat masih sepotong-potong tidak komprehensif sehingga muncul berbagai stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS. Padahal, sejatinya penderita ini merupakan korban yang seharusnya mendapatkan empati.
Bagaimana Penyebaran HIV AIDS?
Infeksi HIV/AIDS terjadi setidaknya melalui 3 hal :
- Hubungan seksual (ganti2 pasangan)
- Penggunaan jarum suntik secara bergantian atau alat tusuk lain seperti pisau cukur bekas dipakai tercemar HIV / AIDS
- Ditularkan dari ibu kepada anak yang dikandungnya
Sebenarnya, virus HIV itu tidak mudah menular. Berbeda dengan virus influenza atau virus lain yang dengan mudah menular dari satu penderita kepada orang lain. Ini karena virus HIV/AIDS bersarang pada sel darah putih yang bisa ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina dan cairan leher rahim. Perlu diketahui pula virus ini cepat mati kalau berada di luar suhu tubuh. Karena itu HIV/AIDS tidak bisa menular lewat udara. Sehingga tidak menular ketika bersenggolan, berjabatan tangan, bersentuhan dengan pakaian, penderita, bersin atau batuk-batuk penderita di depan kita, berciuman (dalam konteks yang wajar), lewat makanan dan minuman, gigitan nyamuk serta bersama berenang di kolam renang.
Berciuman Dengan Penderita HIV AIDS?
Penularan HIV/AIDS dari cairan tubuh di atas harus masuk langsung ke dalam peredaran darah. Memang HIV/AIDS ditemukan dalam jumlah sangat kecil di air liur. Namun, untuk menularkan HIV/AIDS melalui air liur dibutuhkan 1.500 liter air liur. Jadi, penularan melalui pernapasan makan maupun melalui kontak mulut sangat kecil kemungkinannya.
Tahap-tahap HIV AIDS
Ketika seseorang mulai terjangkit virus HIV AIDS, ada banyak tanda-tanda HIV AIDS yang muncul dalam diri si penderita, yaitu :
Tahap 1 – Periode Jendela
Pada tahap ini, virus HIV masuk ke dalam tubuh, dan membentuk antibodi HIV dalam darah. Pada tahap awal ini, tidak ditemukan tanda-tanda HIV AIDS khusus.
Penderita masih tampak sehat dan ia sendiri masih merasa sehat. Bahkan, ketika dilakukan tes HIV, virus HIV tersebut belum terdeteksi. Fase ini biasa disebut periode jendela, yang biasanya berlangsung antara 2 minggu-6 bulan.
Tahap 2 – HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata berlangsung selama 5-10 tahun
Pada tahap ini, virus HIV telah berkembang dan menjalar di dalam tubuh, dan antibodi yang dibentuk semakin kuat. Meski demikian, masih belum terdapat tanda-tanda khusus, dan penderita HIV masih tampak sehat dan merasa sehat. Pada tahap ini, ketika dilakukan tes laboratorium, virus HIV telah dapat terdeteksi karena antibodi terhadap virus ini telah terbentuk dalam tubuh.
Namun, pada umumnya, pasien masih tetap tampak sehat dan ini berlangsung selama 5-10 tahun, bergantung daya tahan tubuh. Rata-rata kondisinya akan semakin melemah setelah 8 tahun.
Tahap 3 – HIV Positif (muncul gejala)
Pada tahap ini, Tanda-tanda HIV AIDS mulai terlihat. Sistem kekebalan tubuh penderita semakin melemah dan virus HIV sudah mulai menyebar dan semakin kuat. Mulai tampak tanda-tanda HIV AIDS berupa infeksi oportunistik, misalnya pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dan penyakit-penyakit lain yang mudah menyerang dan tidak bisa disembuhkan.
Pada umumnya, gejala berlangsung selama lebih dari 1 bulan, bergantung daya tahan tubuh.
Tahap 4 – AIDS
Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah. Tanda-tanda HIV AIDS yang dirasakan pada tahap. Ini boleh dibilang sudah termasuk sangat kritis, karena berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) akan semakin parah. Selain itu, komplikasi penyakit-penyakit lain pun sudah banyak berkembang. Komplikasi penyakit inilah yang pada akhirnya dapat membunuh penderita.
Tanda-tanda HIV AIDS
Ada beberapa tanda-tanda saat seseorang terkena HIV AIDS, yaitu :
Orang Dewasa – Tanda Utama AIDS
- Kehilangan 10% dari berat badan lebih dari satu bulan tanpa penyebab.
- Diare lebih dari satu bulan.
- Demam yang berlangsung selama lebih dari satu bulan baik konstan atau datang dan pergi.
Orang Dewasa – Tanda Minor AIDS
- Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh.
- Kulit gatal di seluruh tubuh.
- Herpes zoster (mirip cacar air, atau disebabkan virus yang juga mengakibatkan cacar air, virus herpes) yang tidak kunjung sembuh.
- Candidiasis, yang putih, mengangkat ruam pada mulut, lidah, atau tenggorokan.
- Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan) dengan atau tanpa infeksi aktif.
Anak-anak – Tanda Utama AIDS
- Berat badan, atau pertumbuhan lambat.
- Diare berat selama 14 hari atau lebih.
- Demam selama lebih dari satu bulan.
Anak-anak – Tanda Minor AIDS
- Kulit gatal di seluruh tubuh.
- Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan).
- Candidiasis (bintik-bintik putih) di dalam mulut, lidah, atau tenggorokan.
- Infeksi pada telinga, tenggorokan, dan infeksi lainnya.
- Batuk yang tidak sembuh-sembuh.
Kenapa Sulit Disembuhkan?
Salah satu sifat HIV yang membuatnya sangat sulit diberantas (bahkan ada yang mengatakannya mustahil) adalah kemampuannya untuk masuk ke dalam untai DNA manusia dan menyembunyikan kode DNA-nya di sana. Fase ini disebut fase laten. Baru setelah keadaan menguntungkan, kode DNA virus yang menyatu dengan kode DNA manusia akan aktif membuat virus baru. Fase ini disebut fase replikasi.
Obat-obat HIV yang ada saat ini hanya bertujuan membunuh virus yang aktif bereplikasi. Oleh karena itu, obat tersebut tidak pernah tuntas membunuh semua virus yang bercokol di dalam tubuh.
Mengapa tidak dibuat obat untuk membunuh virus pada fase laten? Sangat sulit. Karena membunuh virus pada fase laten sama saja membunuh sel manusia!
Adakah Cara Memberantasnya?
Cara lain yang diperkirakan dapat memberantas virus HIV adalah vaksin HIV. Tujuannya bukan untuk mengobati orang yang telah terinfeksi tetapi mencegah infeksi baru pada orang sehat. Sayangnya upaya ini juga mengalami kesulitan. Pasalnya, virus HIV mempunyai tingkat mutasi yang tinggi.
Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang penyakit ini.
Apa itu HIV AIDS?
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga sangat gampang terserang penyakit. Pada orang normal, jumlah sel CD4 lebih dari 500 hingga 1500 sel/mikroliter darah. Sedangkan pada orang yang terinfeksi HIV, CD4 bisa turun sampai 350-50 sel mikroliter darah bahkan lebih sedikit lagi. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah dampak (penyakit) yang ditimbulkan dari virus HIV. Bila kita terkena virus HIV kita tidak akan langsung terkena AIDS, ini dikarenakan virus HIV memerlukan waktu yang lama untuk menyerang sistem kekebalan tubuh kita.
Sejarah AIDS
HIV/AIDS sejak pertama kali ditemukan pada awal tahun 80an, telah banyak merenggut nyawa. Berbagai upaya dilakukan untuk memberantas penyakit ini. Mulai dari pengembangan vaksin, pencarian obat, sampai kampanye untuk melakukan hubungan seks yang sehat. Tetapi, bukannya semakin berkurang atau lenyap, penyakit ini malahan terus menyebar hampir ke seluruh pelosok bumi dan menebar teror kematian.
Dulu mungkin kita masih berpikir bahwa AIDS itu hanya menjangkiti orang-orang di luar negeri, atau hanya menjangkiti mereka yang tergolong berisiko tinggi yang pada saat itu terutama pekerja seks komersial. Itulah sebabnya,penderitanya selalu dikaitkan dengan perilaku yang tidak benar seperti pekerja seks komersial atau free sex dan kalangan homoseksual.
Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terkait penyakit HIV/AIDS itu sendiri. Pengetahuan masyarakat masih sepotong-potong tidak komprehensif sehingga muncul berbagai stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS. Padahal, sejatinya penderita ini merupakan korban yang seharusnya mendapatkan empati.
Bagaimana Penyebaran HIV AIDS?
Infeksi HIV/AIDS terjadi setidaknya melalui 3 hal :
- Hubungan seksual (ganti2 pasangan)
- Penggunaan jarum suntik secara bergantian atau alat tusuk lain seperti pisau cukur bekas dipakai tercemar HIV / AIDS
- Ditularkan dari ibu kepada anak yang dikandungnya
Sebenarnya, virus HIV itu tidak mudah menular. Berbeda dengan virus influenza atau virus lain yang dengan mudah menular dari satu penderita kepada orang lain. Ini karena virus HIV/AIDS bersarang pada sel darah putih yang bisa ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina dan cairan leher rahim. Perlu diketahui pula virus ini cepat mati kalau berada di luar suhu tubuh. Karena itu HIV/AIDS tidak bisa menular lewat udara. Sehingga tidak menular ketika bersenggolan, berjabatan tangan, bersentuhan dengan pakaian, penderita, bersin atau batuk-batuk penderita di depan kita, berciuman (dalam konteks yang wajar), lewat makanan dan minuman, gigitan nyamuk serta bersama berenang di kolam renang.
Berciuman Dengan Penderita HIV AIDS?
Penularan HIV/AIDS dari cairan tubuh di atas harus masuk langsung ke dalam peredaran darah. Memang HIV/AIDS ditemukan dalam jumlah sangat kecil di air liur. Namun, untuk menularkan HIV/AIDS melalui air liur dibutuhkan 1.500 liter air liur. Jadi, penularan melalui pernapasan makan maupun melalui kontak mulut sangat kecil kemungkinannya.
Tahap-tahap HIV AIDS
Ketika seseorang mulai terjangkit virus HIV AIDS, ada banyak tanda-tanda HIV AIDS yang muncul dalam diri si penderita, yaitu :
Tahap 1 – Periode Jendela
Pada tahap ini, virus HIV masuk ke dalam tubuh, dan membentuk antibodi HIV dalam darah. Pada tahap awal ini, tidak ditemukan tanda-tanda HIV AIDS khusus.
Penderita masih tampak sehat dan ia sendiri masih merasa sehat. Bahkan, ketika dilakukan tes HIV, virus HIV tersebut belum terdeteksi. Fase ini biasa disebut periode jendela, yang biasanya berlangsung antara 2 minggu-6 bulan.
Tahap 2 – HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata berlangsung selama 5-10 tahun
Pada tahap ini, virus HIV telah berkembang dan menjalar di dalam tubuh, dan antibodi yang dibentuk semakin kuat. Meski demikian, masih belum terdapat tanda-tanda khusus, dan penderita HIV masih tampak sehat dan merasa sehat. Pada tahap ini, ketika dilakukan tes laboratorium, virus HIV telah dapat terdeteksi karena antibodi terhadap virus ini telah terbentuk dalam tubuh.
Namun, pada umumnya, pasien masih tetap tampak sehat dan ini berlangsung selama 5-10 tahun, bergantung daya tahan tubuh. Rata-rata kondisinya akan semakin melemah setelah 8 tahun.
Tahap 3 – HIV Positif (muncul gejala)
Pada tahap ini, Tanda-tanda HIV AIDS mulai terlihat. Sistem kekebalan tubuh penderita semakin melemah dan virus HIV sudah mulai menyebar dan semakin kuat. Mulai tampak tanda-tanda HIV AIDS berupa infeksi oportunistik, misalnya pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dan penyakit-penyakit lain yang mudah menyerang dan tidak bisa disembuhkan.
Pada umumnya, gejala berlangsung selama lebih dari 1 bulan, bergantung daya tahan tubuh.
Tahap 4 – AIDS
Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah. Tanda-tanda HIV AIDS yang dirasakan pada tahap. Ini boleh dibilang sudah termasuk sangat kritis, karena berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) akan semakin parah. Selain itu, komplikasi penyakit-penyakit lain pun sudah banyak berkembang. Komplikasi penyakit inilah yang pada akhirnya dapat membunuh penderita.
Tanda-tanda HIV AIDS
Ada beberapa tanda-tanda saat seseorang terkena HIV AIDS, yaitu :
Orang Dewasa – Tanda Utama AIDS
- Kehilangan 10% dari berat badan lebih dari satu bulan tanpa penyebab.
- Diare lebih dari satu bulan.
- Demam yang berlangsung selama lebih dari satu bulan baik konstan atau datang dan pergi.
Orang Dewasa – Tanda Minor AIDS
- Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh.
- Kulit gatal di seluruh tubuh.
- Herpes zoster (mirip cacar air, atau disebabkan virus yang juga mengakibatkan cacar air, virus herpes) yang tidak kunjung sembuh.
- Candidiasis, yang putih, mengangkat ruam pada mulut, lidah, atau tenggorokan.
- Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan) dengan atau tanpa infeksi aktif.
Anak-anak – Tanda Utama AIDS
- Berat badan, atau pertumbuhan lambat.
- Diare berat selama 14 hari atau lebih.
- Demam selama lebih dari satu bulan.
Anak-anak – Tanda Minor AIDS
- Kulit gatal di seluruh tubuh.
- Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan).
- Candidiasis (bintik-bintik putih) di dalam mulut, lidah, atau tenggorokan.
- Infeksi pada telinga, tenggorokan, dan infeksi lainnya.
- Batuk yang tidak sembuh-sembuh.
Kenapa Sulit Disembuhkan?
Salah satu sifat HIV yang membuatnya sangat sulit diberantas (bahkan ada yang mengatakannya mustahil) adalah kemampuannya untuk masuk ke dalam untai DNA manusia dan menyembunyikan kode DNA-nya di sana. Fase ini disebut fase laten. Baru setelah keadaan menguntungkan, kode DNA virus yang menyatu dengan kode DNA manusia akan aktif membuat virus baru. Fase ini disebut fase replikasi.
Obat-obat HIV yang ada saat ini hanya bertujuan membunuh virus yang aktif bereplikasi. Oleh karena itu, obat tersebut tidak pernah tuntas membunuh semua virus yang bercokol di dalam tubuh.
Mengapa tidak dibuat obat untuk membunuh virus pada fase laten? Sangat sulit. Karena membunuh virus pada fase laten sama saja membunuh sel manusia!
Adakah Cara Memberantasnya?
Cara lain yang diperkirakan dapat memberantas virus HIV adalah vaksin HIV. Tujuannya bukan untuk mengobati orang yang telah terinfeksi tetapi mencegah infeksi baru pada orang sehat. Sayangnya upaya ini juga mengalami kesulitan. Pasalnya, virus HIV mempunyai tingkat mutasi yang tinggi.
Sabtu, 26 September 2015
Sejarah – Neolitikum : Sebuah Revolusi Kebudayaan
Perkembangan zaman batu dapat dikatakan paling penting dalam kehidupan manusia adalah zaman batu baru atau neolitikum.
Pada zaman ini telah hidup jenis Homo sapiens sebagai pendukung kebudayaan zaman batu baru. Zaman Neolitikum artinya zaman batu muda. Di Indonesia, zaman Neolitikum dimulai sekitar 1.500 SM. Ada dikatakan bahwa neolitikum itu adalah suatu revolusi yang sangat besar dalam peradaban manusia. Revolusi neolitik adalah perubahan secara menyeluruh yang berlangsung dengan cepat yang terjadi pada zaman prasejarah akhir dimana masyarakat mulai menggunakan cara-cara baru untuk bertahan hidup. Perubahan mendasar terjadi pada awal tahapan ini. Pada masa ini manusia yang sebelumnya sekedar pengumpul makanan (food gathering), mulai menjadi penghasil makanan (food producing) dengan bertani dan berternak.
Masyarakat pada masa bercocok tanam ini hidup menetap dalam suatu perkampungan yang dibangun secara tidak beraturan. Pada awalnya rumah mereka masih kecil-kecil berbentuk kebulat-bulatan dengan atap yang dibuat dari daun-daunan. Rumah ini diduga merupakan corak rumah paling tua di Indonesia yang sampai sekarang masih dapat ditemukan di Timor, Kalimantan Barat, Nikobar, dan Andaman. Kemudian barulah dibangun bentuk-bentuk yang lebih besar dengan menggunakan tiang. Rumah ini berbentuk persegi panjang dan dapat menampung beberapa keluarga inti. Rumah-rumah tersebut mungkin dibangun berdekatan dengan ladang-ladang mereka atau agak jauh dari ladang. Rumah yang dibangun bertiang itu dalam rangka menghindari bahaya dari banjir dan binatang buas.
Oleh karena mereka sudah hidup menetap dalam suatu perkampungan maka tentunya dalam kegiatan membangun rumah mereka melaksanakan secara bergotong-royong. Gotong-royong tidak hanya dilakukan dalam membangun rumah, tetapi juga dalam menebang hutan, membakar semak belukar, menabur benih, memetik hasil tanaman,membuat gerabah, berburu, dan menangkap ikan.
Pertanian yang mereka
selenggarakan mula-mula bersifat primitif dan hanya dilakukan di tanah-tanah kering saja. Pohon-pohon dari beberapa bagian hutan di kelupak kulitnya dan kemudian
dibakar. Tanah-tanah yang baru dibuka untuk pertanian semacam itu untuk beberapa kali berturut-turut ditanami dan sesudah itu ditinggalkan.
selenggarakan mula-mula bersifat primitif dan hanya dilakukan di tanah-tanah kering saja. Pohon-pohon dari beberapa bagian hutan di kelupak kulitnya dan kemudian
dibakar. Tanah-tanah yang baru dibuka untuk pertanian semacam itu untuk beberapa kali berturut-turut ditanami dan sesudah itu ditinggalkan.
Orang-orang Indonesia zaman neolithikum membentuk
masyarakat-masyarakat dengan pondok-pondok mereka berbentuk persegi siku-siku dan didirikan atas tiang-tiang kayu, dinding-dindingnya diberi hiasan dekoratif
yang indah-indah. Walaupun alat-alat mereka masih dibuat daripada batu, tetapi alat-alat itu dibuat dengan halus, bahkan juga sudah dipoles pada kedua belah mukanya. Dalam masa ini orang sudah menggosok alat-alat yang terbuat dari batu hingga halus.
masyarakat-masyarakat dengan pondok-pondok mereka berbentuk persegi siku-siku dan didirikan atas tiang-tiang kayu, dinding-dindingnya diberi hiasan dekoratif
yang indah-indah. Walaupun alat-alat mereka masih dibuat daripada batu, tetapi alat-alat itu dibuat dengan halus, bahkan juga sudah dipoles pada kedua belah mukanya. Dalam masa ini orang sudah menggosok alat-alat yang terbuat dari batu hingga halus.
Manusia pada masa Neolitikum ini pun telah mulai membuat lumbung-lumbung guna menyimpan persediaan padi dan gabah. Tradisi menyimpan padi di lumbung ini masih bisa dilihat di Lebak, Banten. Masyarakat Baduy di sana begitu menghargai padi yang dianggap pemberian Nyai Sri Pohaci. Mereka tak perlu membeli beras dari pihak luar karena menjualbelikan padi dilarang secara hukum adat. Mereka rupanya telah mempraktikkan swasembada pangan sejak zaman nenek moyang.
Dengan kehidupannya yang telah menetap, memungkinkan masyarakatnya telah mengembangkan aspek-aspek kehidupan lainnya. Sehingga dalam zaman Neolitikum ini terdapat dasar-dasar kehidupan. Berdasarkan alat-alat yang ditemukan dari peninggalannya dan menjadi corak yang khusus, dapat dibagi kedalam beberapa golongan, yaitu:
- 1. Kapak Persegi
Sebutan kapak persegi didasarkan kepada penampang dari alat-alat yang ditemukannya berbentuk persegi panjang atau trapesium (von Heine Geldern). Semua bentuk alatnya sama, yaitu agak melengkung dan diberi tangkai pada tempat yang melengkung tersebut. Kapak persegi ialah suatu alatyang dibuat dari batu kalisedon atau agat yang atasnya (bidang distal) melengkung, sedang bidang bawahnya (bidang proximal) sedikit melengkung. Bangian pangkal biasanya lebih kecil daripada bagian ujungnya. Bagian pangkal ini tidak digosok. Bagian ujungnya disebut juga bagian tajaman, digosok atau diasah hanya pada sisi bawah (pada bidang proximal
saja). Beliung tersebut digosok hingga halus dan mengkilat. Cara menggunakan ialah diikat pada setangkai kayu. Cara mengikatnya ialah melintang (sama seperti cangkul).
Kapak persegi ini digunakan untuk melubangi kayu atau kalau yang berukuran kecil digunakan untuk membuat ukiran. Hal ini diketahui dari kebiasaan beberapa suku Negro Afrika yang menggunakan alat-alat demikian untuk membuat ukiran kayu.
Jenis alat yang termasuk kapak persegi adalah kapak bahu yang pada bagian tangkainya diberi leher, sehingga menyerupai bentuk botol yang persegi. Kapak persegi menyebar di Indonesia bagian Barat, diperkirakan budaya ini disebarkan dari Yunan di Cina Selatan yang berimigrasi ke Laos dan selanjutnya ke Kepulauan Indonesia.
Contoh dari kapak persegi adalah yang ditemukan di Bengkulu, terbuat dari batu kalsedon; berukuran 11,7×3,9 cm, dan digunakan sebagai benda pelengkap upacara atau bekal kubur.
- 1. Kapak lonjong
Disebut kapak lonjong karena bentuk penampangnya berbentuk lonjong, dan bentuk kapaknya sendiri bulat telur. Ujungnya yang agak lancip digunakan untuk tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah, sehingga tajam. Kebudayaan kapak lonjong disebut Neolitikum Papua, karena banyak ditemukan di Irian.
Kapak lonjong tersebar di Indonesia bagian timur yang didatangkan dari Jepang, kemudian menyebar ke Taiwan, Filipina, Sulawesi Utara, Maluku, Irian dan kepulauan Melanesia.
Kapak lonjong yang ditemukan di Klungkung, Bali, terbuat dari batu agats; berukuran 5,5×2,5 cm; dan digunakan dalam upacara-upacara terhadap roh leluhur.
Kapak lonjong berbentuk seperti kapak persegi, akan tetapi bidang distalnya melengkung dan menyudut. Bidang penampangnya berbentuk segi lima. Alat ini kemungkinan dipergunakan untuk membuat perahu (dari sebatang pohon). Alat lain ialah kapak, yang bidang distal dan bidang proximalnya mempunyai bentuk yang sama. Tajaman diasah dari kedua sisi. Cara menggunakannya ialah diikat pada sebatang kayu dengan posisi membujur (seperti tamahawk suku Indian Amerika).
Dari batu jenis agat dan jaspis (berwarna hijau kekuning-kuningan) dibuat pula gelang-gelang. Gelang-gelang ini digosok halus dan sering digunakan sebagai bekal kubur. Sudah dapat dipastikan gelang ini berfungsi juga sebagai perhiasan badan. Ada gelang kecil diameternya yang mungkin digunakan bagi anak kecil atau bayi. Cara pembuatannya cukup kompleks. Mula-mula batu agat dibentuk dengan cara memukul-mukul dengan batu lainsehingga berbentuk diskus (bulat pipih). Kemudian bagian bawah (salah satu sisi) digosok hingga rata. Sisi yang lain dibor dengan sebatang bambu. Pada permukaan bambu itu diberipasir dan mungkin air, supaya batu lebih cepat terkikis.
Mengebor memerlukan waktu lama.Setelah batu berlubang lalu dilanjutkan dengan menggosok atau menghaluskan lubangnya dengan alat yang terbuat dari fosil tanduk kambung hutan. Sisi luarnya pun digosok hingga halus.
- 1. Perkembangan zaman logam
Mengakhiri zaman batu di masa neolitikum mulailah zaman logam. Sebagai bentuk masa perundagian. Di Indonesia mengalami zaman perunggu dan besi. Zaman perunggu merupakan fase yang sangat penting dalam sejarah. Beberapa contoh benda-benda kebudayaan perunggu itu antara lain: Kapak Corong & Nekara
Masyarakat bercocok tanam ini memiliki ciri yang khas. Salah satunya ialah sikap terhadap alam kehidupan sudah mati. Kepercayaan bahwa roh seseorang tidak lenyap pada saat orang meninggal sangat mempengaruhi kehidupan mereka. Mereka sudah mengenal animisme (roh nenek moyang), dinamisme (benda-benda). Orang-orang yang telah meninggal rohnya pergi ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat tinggalnya atau roh orang yang meninggal itu, tetap berada disekitar wilyah tempat tinggalnya, sehingga sewaktu-waktu dapat dimintai bantuannya.
Kepercayaan dinamisme Dinamisme merupakan kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib.
Kepercayaan dinamisme Dinamisme merupakan kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib.
Upacara yang paling menyolok adalah upacara pada waktu penguburan terutama bagi mereka yang dianggap terkemuka oleh masyarakat. Biasanya yang meninggal dibekali bermacam-macam barang keperluan sehari-hari seperti perhiasan, periuk, dan lain-lain agar perjalanan si mati ke alam arwah terjalin keselamatannya.
Jasad seseorang yang telah mati dan mempunyai pengaruh kuat biasanya diabadikan dengan mendirikan bangunan batu besar. Jadi, bangunan itu menjadi medium penghormatan, tempat singgah, dan lambang si mati. Bangunan-bangunan yang dibuat dengan menggunakan batu-batu besar itu pada akhirnya melahirkan kebudayaan yang dinamakan megalitikum (batu besar).
Kemajuan masyarakat dalam masa neolitikum ini tidak saja dapat dilihat dari corak kehidupan mereka, tetapi juga bisa dilihat dari hasil-hasil peninggalan budaya mereka. Yang jelas mereka semakin meningkat kemampuannya dalam membuat alat-alat kebutuhan hidup mereka. Alat-alat yang berhasil mereka kembangkan antara lain: beliung persegi, kapak lonjong, alat-alat obsidian, mata panah, gerabah, perhiasan, dan bangunan megaltikum.
Alat-alat obsidian merupakan alat-alat yang dibuat dari batu kecubung. Alat-alat obsidian ini berkembang secara terbatas di beberapa tempat saja, seperti: dekat Danau Kerinci (Jambi), Danau Bandung dan Danau Cangkuang Garut, Leuwiliang Bogor, Danau Tondano (Minahasa), dan sedikit di Flores Barat.
Benda-benda lainnya pada zaman Neolitikum adalah kapak pacul, beliung, tembikar atau periuk belanga, alat pemukul kulit kayu, dan berbagai benda perhiasan. Adapun yang menjadi pendukungnya adalah bangsa Austronesia untuk kapak persegi, bangsa Austo-Asia untuk kapak bahu, dan bangsa Papua Melanesia untuk kapak lonjong.
Sumber :
Buku “Sejarah Indonesia” Kelas X
Jumat, 18 September 2015
Cara membuat Blogspot
Cara Membuat Blog di Blogger
Syarat utama sebelum Anda membuat blog di blogger adalah memiliki alamat email yang masih aktif, jika Anda belum membuat email, silahkan baca tutorialnya di cara membuat email di gmail atau membuat email di yahoo. Sekarang saya asumsikan bahwa Anda sudah memiliki alamat emai di gmail, untuk itu kita langsung saja untuk membuat blog.
1. Silahkan Anda kunjungi http://blogger.com/
2. Kemudian lihat di kanan bawah, rubah bahasa menjadi bahasa indonesia agar lebih mudah

3. Masuk/login menggunakan username/nama pengguna serta password gmail anda ( akun email anda bisa juga untuk login ke blogger).

4. Isilah formulir data Anda yang terlampir seperti:
- Nama tampilan : isi dengan nama yang akan ditampilkan pada profile blog anda.
- Jenis Kelamin : pilih jenis kelamin Anda, misalnya: Pria.
- Penerimaan Persyaratan : Ceklis sebagai tanda anda setuju dengan peraturan yang telah di tetapkan oleh pihak blogger. Sebaiknya baca terlebihdahulu persyaratan dan ketentuan yang diberikan pihak blogger agar Anda mengerti.
5. Klik tanda panah bertuliskan “Lanjutkan”. Kemudian klik "Blog Baru"

6. Selanjutnya isi formulir data blog Anda pada form yang disediakan seperti:
- Judul : Isi dengan judul blog yang Anda inginkan, misal : Panduan dan Tutorial Blogger
- Alamat : isi dengan alamat blog yang di inginkan.
- Template : pilih template (tampilan blog) yang Anda disukai

8. Sampai tahap ini blog Anda sudah selesai dibuat, namun untuk menghindari anggapan spam oleh google sebaiknya anda mulai membuat artikel, minimal 1 postingan. Untuk membuat postingan/artikel ikuti tutorial blog berikut ini.
9. Klik tulisan "Mulai memposkan

10. Isi judul dan artikel yang ingin Anda postkan di blog

11. Setelah tulisan Anda selesai lalu klik "pratinjau" untuk melihat hasil sementara, jika sudah sesuai maka klik "publikasikan"
12. Selesai dan saya ucapkan "Selamat" publikasikan juga bog baru Anda pada sahabat atau orang terdekat Anda bahwa sekarang anda sudah memiliki blog.
Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai tutorial cara membuat blog gratis di blogger, semoga bermanfaat.
Jumat, 11 September 2015
Cara Bernafas dengan Benar
Sudahkah saya bernafas dengan benar?

Selama puluhan tahun hidup, pernahkah Anda berpikir: sudahkah saya bernafas dengan benar? Bernafas tidak sekadar memasukkan oksigen ke dalam paru-paru, lalu membuangnya dalam wujud karbon dioksida.
Kegiatan menghela dan mengembus itu sesungguhnya punya manfaat yang jauh lebih dahsyat. Ia juga berfungsi membilas racun-racun tubuh dan menghilangkan stres. Asal, dilakukan dengan benar.
Mengutip laman Huffington Post, Anda bisa mengecek kebenaran teknik bernafas Anda dengan cara mudah. Coba memandang lurus ke depan dalam dua tarikan nafas. Lalu, ubah pandangan ke bawah dengan dua tarikan nafas yang sama.
Jika Anda melihat ada sesuatu yang bergerak, artinya nafas Anda masih terlalu pendek. Paru-paru manusia sebenarnya bisa menampung enam liter udara per menit. Namun jika Anda tak bisa menggunakannya dengan maksimal, kemampuannya merosot drastis.
Untuk itu, bernafas dalam-dalam sesekali diperlukan. Berikut tiga cara mudah bernafas yang baik dan benar. Pertama, berbaringlah telentang di lantai. Letakkan satu tangan di pusar dan satu lagi di atas dada. Kedua, bernafaslah dalam-dalam.
Jika perlu, hitung sampai lima. Saat melakukannya, perut Anda harus naik perlahan, menjauhi tulang belakang. Sedangkan dada terasa melebar. Ketiga, saat paru-paru terasa penuh, embuskan nafas perlahan. Hitung sampai tujuh, hingga pusar kembali pada tempatnya semula.
Ulangi hal itu dua kali sehari. Idealnya, Anda harus mengambil nafas seperti itu sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh lagi di sore hari. Dengan begitu, fungsi paru-paru dan pembuluh darah akan bekerja maksimal. Racun-racun dalam tubuh pun terlepaskan. (eh)
Langganan:
Postingan (Atom)